AkhiRnya KusaKsikan puRnama ke tujuh di bawaH langit yanG sama...
SiNarNya menertawakanku daRi baLik ranting-ranting kecil
Kau masih di sini, Nida??
Jelas saja aku masih di sini..
Di bawah langit yang sama seperti purnama-purnama sebelumnya..
Bukankah aku memang telah mengingkari hitungan purnama??
Oh...
Berikan aku suatu kepastian
Apakah ini purnama terakhir yang harus aku lewatkan di sini?
Sudah tujuh purnama aku pergi..
Manggoreskan tinta-tintaku di lembar yang sama sekali beda
Di sini, aku menangis sendiri
Entahlah....
Aku tak tau bagaimana berikutnya...
Apakah aku memang harus terberai denganmu hingga purnama yang tiada akhir?
Telahkah aku dewasa??
Purnama ketujuh mengikutiku...
Aku tak dapat menerjemahkan sinarnya
Biarlah berjalan sebagaimana mestinya...
Aku telah berjanji menerima segalanya....
Terima kasih Allah....
Tuntungan, 10 Maret 2009
8.30 p.m
SiNarNya menertawakanku daRi baLik ranting-ranting kecil
Kau masih di sini, Nida??
Jelas saja aku masih di sini..
Di bawah langit yang sama seperti purnama-purnama sebelumnya..
Bukankah aku memang telah mengingkari hitungan purnama??
Oh...
Berikan aku suatu kepastian
Apakah ini purnama terakhir yang harus aku lewatkan di sini?
Sudah tujuh purnama aku pergi..
Manggoreskan tinta-tintaku di lembar yang sama sekali beda
Di sini, aku menangis sendiri
Entahlah....
Aku tak tau bagaimana berikutnya...
Apakah aku memang harus terberai denganmu hingga purnama yang tiada akhir?
Telahkah aku dewasa??
Purnama ketujuh mengikutiku...
Aku tak dapat menerjemahkan sinarnya
Biarlah berjalan sebagaimana mestinya...
Aku telah berjanji menerima segalanya....
Terima kasih Allah....
Tuntungan, 10 Maret 2009
8.30 p.m


Tidak ada komentar:
Posting Komentar