Powered By Blogger

Minggu, 29 Maret 2009

Sudah dua purnama kita terberai
Langit kita tetap saja sama
Hanya saja, kita menyaksikan dari sudut yang berbeda
Entah mengapa, menjauh segala
Menyisakan sedikit saja
Cinta yang tak bisa tercerna
Mungkinkah bernama Nida?
Tidak!Tak ada makna
Mengapa terluka?
Tak mengapa, Nida
Purnama kedua
Semakin terang segala cahaya
Semakin jauh aku dan jiwaku
Tak perlu tumpahkan air mata
Karena memang tak perlu ada luka
Purnama kedua
Entah tinggal berapa


Medan, 15 Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar