Tak dapat kubayangkan, saat esok aku terbangun, aku tak lagi dapat menemuimu. Engkau yang telah menemaniku melintasi waktu selama tujuh purnama. Tak perlu kau tertawakan air mata yang tertumpah tadi malam. Karna aku tau, kau akan merasakan hal yang sama denganku.
Dan entah kemana kita terberai setelah hari ini. Akankah ada yang kau kenang dari hari-hari yang berlalu?
Biarkan aku selalu menyapamu melalui puisi. Karna mungkin, tak ada waktu untukku berbagi udara denganmu lagi. Terima kasih atas indahnya hubungan. Biarkan aku memeliharanya seindah yang aku bisa.
Dan kemanapun kita esok,
Allah hanya mewakilkan satu matahari untuk menerangi jalanku dan jalanmu.
Meski kita menyaksikannya dari sisi langit yang berbeda.
Dan jika tak ada lagi harapan untuk dapat bersua kembali,
maka ingatlah aku dalam doamu....
LUV U ALL COZ ALLAH....
Tuntungan, 24 Maret 2009
Dan entah kemana kita terberai setelah hari ini. Akankah ada yang kau kenang dari hari-hari yang berlalu?
Biarkan aku selalu menyapamu melalui puisi. Karna mungkin, tak ada waktu untukku berbagi udara denganmu lagi. Terima kasih atas indahnya hubungan. Biarkan aku memeliharanya seindah yang aku bisa.
Dan kemanapun kita esok,
Allah hanya mewakilkan satu matahari untuk menerangi jalanku dan jalanmu.
Meski kita menyaksikannya dari sisi langit yang berbeda.
Dan jika tak ada lagi harapan untuk dapat bersua kembali,
maka ingatlah aku dalam doamu....
LUV U ALL COZ ALLAH....
Tuntungan, 24 Maret 2009


Tidak ada komentar:
Posting Komentar