Powered By Blogger

Selasa, 09 Februari 2010

Dan hanya berikan aku sekepak sayap
Agar selalu aku dapat terbang menujumu
Jika suatu hari aku harus jauh
Maka aku dapat pulang membunuh rindu

Dan hanya berikan aku sekepak sayap
Hingga aku datang menyapamu
Mengumpulkan segala senyum yang terserak
Membinasakan segala tangis yang terberai

Dan meskipun aku memakai kata hanya
Tak ada yang akan menjelma nyata
Karena aku hanya punya kata untuk menyapa
Suara di udara
Dan dua tangan untuk menghapus air mata

Dan jika suatu hari aku tetap harus jauh
Maka percayalah
Tak pernah ada rindu yang membeku
Dan meski hatiku telah dewasa
Aku hanya Nida
Yang tak bisa melarang air mata....
11 November 09
Hamba hanya minta sejengkal sudut untuk menyemai harapan
Tempat dimana menghidupkan kehidupan dan mematikan kematian
Mewarnai hari, menatap rembulan dan menghitung gemintang

Hamba hanya minta secuil negeri tempat bertemu
Seperti Padang Arafah dimana tempat Engkau mempersatukan Adam dan Hawa
Lalu tak terpisahkan lagi hingga ajal menjemput

Hamba hanya minta sedikit hamparan kecil
Tempat berbagi bahagia dan menghapus air mata
Tempat berbicara dan saling mendengarkan

Di luas bumi Mu
Biarkan kami bersatu dalam ridha Mu...
Hamba mohon, Allah...
Hamba mohon....
Jangan biarkan cinta terberai terlalu jauh
Biarlah bersatu di sedikit luas bumi Mu....

15 November 09
Benar-benar seperti cuaca.
Bagaimana bisa menjadi sandaran.
Tiada tetap, tiada.
Berubah terus dan terus.
Dan batas-batasku mungkin samar yang terlihat.
Memang tak tau adanya.
Bagaimana bisa.
Bahkan cahaya saja tak dapat membaca.
Apa lagi seorang hawa yang tak dapat sekedar mengetuk jiwa.

Mungkin pula jam pasir yang terus dibalikkan.
Namun masih bisa kau terka di mana bermuara.
Terlalu kejamkah jika aku mengatakan bahwa kau tak bisa mengelola?
Ah, siapa aku?
Terlalu angkuh kureka pribadi.
Sejak kapan pula aku lebih baik darinya.
Haha.
Seharusnya aku tertawa.
Menyadari gandanya wajah dunia.
Balikkan saja sesuka hatimu.

Toh aku bukan siapa-siapa.
Aku sudah biasa.
Jatuh terjengkang dan bangun sendiri.
Putar-putarkan saja.
Aku masih kuat.
Aku tak menangis di depan mata bukan?
Jadi tak usahlah segan.
Selama masih bisa.
Lakukan saja.
Aku memang tak pernah terbaca oleh cahaya.

Tapi aku punya cinta.
Dan bibirku masih selalu bisa kutarik menyungging senyum tanpa sepotong paksa.
Aku punya ALLAH.
Aku punya segalanya.
Karena ALLAH selalu memberinya.

9 des 09
Allah....
Terima kasih untuk segalanya
Terima kasih untuk nafas dan kehidupan
Terima kasih untuk ayah bunda dan keluarga
Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang...

Allah...
Terima kasih untuk detik dan hitungan tahun
Terima kasih untuk rupa dan kata-kata
Terima kasih untuk hati dan jiwa
Terima kasih untuk harta dan masa depan...

Allah...
Terima kasih untuk tawa dan air mata
Terima kasih untuk sahabat dan saudara-saudara
Terima kasih untuk tangis dan bahagia
Terima kasih untuk segalanya..

Allah...
Tuntun hamba di jalan Mu
Kuatkan hamba disaat lemah
Dekap hamba disaat sedih
Temani hamba dalam kesendirian

Allah...
Hamba yakin selamanya
Tentang janji-janji dalam kitab Mu

Allah...
Kuatkan hamba
Saat hamba tak lagi sanggup
Tapi hamba yakin, hamba pasti sanggup
Karena Engkau menjanjikan batas cobaan
Hamba pasti akan selalu sanggup

Allah...
Hamba yakin
Engkau terlalu mencintai hamba
Engkau akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba
Engkau selalu memberikan segalanya untuk nida......

23 Des 09

Maafkan jika ada yang tak berkenan di hati...
Sungguh hatiku semakin lelah...
Apa yang berubah pada seorang Nida?
Katakanlah..
Agar Nida berubah menjadi lebih baik..
Nida akan selalu berusaha...
Tolong katakan, jangan diam saja
Apa yang harus Nida lakukan?
Nida tak ingin menyakiti siapapun...
Tidak....
Maafkan Nida...
Maafkan Nida...
Teman kalian yang begitu jahat ini.......

31 Desember 09
Ada lautan luas tempat nelayan mencari ikan
Ada hamparan sawah tempat bersemi padi pak tani

Ada gunung tinggi menjulang perkasa
Ada ngarai indah melingkar mempesona

Ada sungai berlekuk-meliuk sepanjang kampung dan kota
Ada danau-danau indah tiada tara

Ada pantai yang landai dan permai
Ada laguna megah menghiasi setiap pulau-pulaunya

Ada bahagia karena cinta di sudut-sudutnya
Ada air mata karena musibah menimpa di setiap penjurunya

Ada keikhlasan menghiasi hati segelintir penghuninya
Ada kedengkian mendiami hampir seluruh nurani penduduknya

Walau menangi walau tertawa
Tanah ini adalah harta pusakaku satu-satunya
Yang diberi nama INDONESIA

Suatu hari di tahun 2005
Beberapa bulan pasca tsunami
Dibuat bersama Tanteku tercinta
Almh. Hasniwati
Miss her so much now......


6 Januari 09
Dan saat aku menjejak
Aku yakin kakiku telah tau tanah mana yang terpijak
Karena bumi telah mengajariku bersama nafas-nafas berbaris sajak
Dan apa aku telah tau?
Jika hati ternyata telah dewasa seiring usia
Bukan hanya mata saja yang bernilai
Karena masih ada puluhan pertanyaan yang harus kujawab
Dan tak singkat waktuku menjawabnya

Jika hari ini aku berlari dengan dua kakiku
Itu karena dulu Bunda yang mengajariku cara berdiri
Dan Bunda tak membatas jiwaku merasa
Karena anak Bunda telah dewasa
Bukan begitu?

Bukan aku yang menghukum
Tak pula aku ingin dihukum
Dan aku berbeda denganmu
Cobalah lihat..
Akukah yang membatas di dindingmu?
Tidak kan?
Karena aku tak hendak..
Bukan pentingku

Jika suatu hari membaca samudera
Maka belajarlah menyelam terlebih dahulu
Karena keindahannya tak sempurna di permukaan

Dan terima kasih Bunda, Ayah
Telah percayakan Ananda mendayakan jiwa...

Dan bukankah samudera itu terlihat anggun di matamu juga,
wahai Ayah dan Bunda???

13 Januari 09