Kepingan puzzle itu semakin tersamarkan oleh waktu. Aku takut jika aku tak lagi sanggup mencari kepingan itu dan menyusunnya dengan benar. Dan aku khawatir jika ternyata puzzle itu tak sesuai harapanku. Tiba-tiba aku ingin membasahinya dengan air mata. Bolehkah aku kembali ke tempat di mana aku memulai? Bolehkah aku di sana? Menyelesaikan puzzle-puzzle itu dengan bimbingan waktu.
Hmm...
Kusadari, aku memang terlalu rapuh untuk berada di luar. Namun demi hatinya, aku berjanji tetap menjadi yang terbaik. Biarkan kusembunyikan segala yang tak patut dilihat. Sekalipun terlalu perih, namun aku tak akan menangis di depan matanya.
Aku tak tau, berapa keping lagi yang harus kucari. Aku tak mengerti apakah yang selama ini kususun telah benarkah?
Ya Allah...
Kuatkan hati hamba, biarkan hamba teguh berdiri di atas bumi Mu. Ridhai setiap langkah hamba. Mudahkan segala urusan hamba.
Jika memang kepingan terakhir itu tak sesuai harap hamba, maka biarkan hamba terus memelihara kesyukuran ini.
Izinkan hamba membahagiakannya seindah yang hamba bisa. Jangan biarkan hamba menangis di depannya atau membuatnya menangis. Betapa hamba ingin kepingan puzzle terakhir itu dapat hamba selesaikan bersamanya....
Betapa aku merindukan Ayah dan Bunda...
Ya Allah, hamba mohon kumpulkan kami.....
6 Agust 09
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar