Dia bersembunyi sendiri. Di suatu tempat yang tak terjangkau matahari. Tak pernah terkena sinar UV, polusi, maupun air hujan. Terlindungi. Sama sekali terlindungi. Telah cukup lama hidup bersama. Namun aku tak cukup memahaminya. Aku tak mengerti, ya, seringkali tak mengerti padanya.
Terkadang, dia menjadi begitu egois, agresif, dan entah bagaimana. Sama sekali tak mau mendengar kata-kataku. Dia memang tak mau berdiskusi denganku dalam beberapa hal. Dan keputusan yang dia ambil kadang membuatku tersudut dan terluka.
Dia membuatku menangis, namun tak jarang dia juga membuatku tertawa. Bagaimana bisa aku mendeskripsikannya. Sedang aku sendiri tak cukup mengenalnya. Kadang kami bertengkar, dan seringkali aku kalah atas kata-kata diamnya. Aku tau, saat aku menangis, dia juga terluka. Aku tau itu,dia bisa merasakan segala rasaku.
Aku ingin minta maaf padanya. Karenaku, dia mungkin tak sesuci dulu. Saat pertama kali aku bertemu dengannya. Aku menggores-goresnya, aku mengotorinya, aku menghitamkannya...
Ya Allah...
Tolong jaga dia untukku...
Aku tak mau terus menerus menyakitinya...
Karena aku tau, sepenuhnya tau...
Dia sepertiku, dia milik Mu......
Kepadanya,
yang dianugerahkan padaku...
1 Juli 2009
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar