Titik-titiknya membasahi bumi tempatku berpijak. Jilatan kilat menakutiku lewat jendela. Petir, ah.. Lagi-lagi aku yang harus terkaget-kaget. Aku tau, di setiap titik yang sedang turun itu, ada jutaan rahmat dari Tuhanku, untuk kita. Ya, kita semua tanpa terkecuali.
Tiba-tiba aku teringat tanahku. Tersampai kabar padaku,betapa telah begitu lama tak terbasahi. Hanya ada panas dan panas. Tapi setiap orang juga harus mengakui, bahwa di setiap molekul panas itu juga terdapat jutaan rahmat dari Tuhanku, untuk kita. Ya, untuk kita.
Hujan kali ini turun begitu derasnya dari langit tempat ku bernaung. Aku tak tau, apakah Allah memerintahkan dia turun di tanahku. Yang aku tau, hari ini bumi semakin tua. Dunia tak lama lagi. Bagaimana kita esok? Siapa yang bisa menjelaskan.
Segala kerusakan telah terjadi. Terjamah menjadi luka-luka yang terabaikan. Saat manusia semakin liar dalam mengelola nafsunya, maka bukankah Allah masih terlalu baik pada kita? Betapa Dia masih akan selalu melimpahkan rahmatnya setiap waktu..
Maka bersabar dan bersyukurlah. Nikmati dan ambillah pelajaran yang tersisip di antara celah-celah hari. Semoga Allah senantiasa merahmati, meridhai, dan memberkahi segala yang kita lakukan...
Cintailah Dia dan segala ciptaanNya...
Aamiiin.....
1 Mei 09
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar