Powered By Blogger

Selasa, 09 Februari 2010

Tentang Merpati

Entah kenapa, Nida. Tiba-tiba aku teringat merpati. Kau ingat, Nida? Hmm.. Sekitar empat tahun yang lalu, kan? Hehe.. Kadang itu cuma membuatku tertawa, Nda. Merpati, mengapa pula harus merpati?
Aku tak tau jelas, bahkan aku hanya menemukan sisa lembaran yang tak sengaja. Bukan banyak hal, hanya secarik nama.
Saat merpati datang, lalu terbang, saat segalanya masih saja tentang gelombang. Nida masih kecil, Nida tak punya sayap. Dan sampai kapanpun Nida tak akan punya sayap. Nida harus sadar, serendah apapun merpati terbang, Nida tetap tak bisa menyusulnya.
Nida tidak lupa, kan? Kalau seorang Nida masih takut pada ketinggian. Meski kini aku akan memberikan setengah jempol karena Nida telah lebih berani menatap ke bawah saat berada di ketinggian. Tak gemetar seperti dulu. Wah, Nida hebat. Tapi Nida harus sembuh total. Begitu harapanku. Agar suatu saat Nida bisa ikut menjamah ketinggian bersamaku.
Nida, bukan menjajah ingatanmu. Hanya aku teringat saja. Mengapa begitu banyak hal terjadi di kehidupan? Betapa banyak pemeran yang hadir dan melakonkan skenario tak terduga. Lalu semuanya sama saja, pergi. Terbang menghilang seperti merpati meninggalkan sisa kehancuran.
Apa kabar dia, ya?
Bahkan aku tak sempat menyempurnakan persahabatan. Namun jikapun besok aku bertemu, aku yakin aku tak mengenalnya dan dia juga tak akan mengenalku.
O ya,
tentang ketinggian. Aku hanya berharap kau segera sembuh, Nida. Karena aku ingin terbang bersamamu suatu hari. Hanya terbang saja. Menikmati segalanya dari atas. Tak hendak mengejar siapun dan apapun.
Nida, ingatkah kau tentang merpati?
Ah, tak terlalu penting mungkin. Hanya mengenai sepersekian hari dalam usiamu. Namun suatu hari aku akan mengajakmu ke taman yang penuh merpati. Kita berdiri bersama-sama di sana. Dan kau dapat sepuasnya menyentuh sayapnya.....

16 Juni 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar