Powered By Blogger

Selasa, 09 Februari 2010

Rock D' Ijoek

Hmm...
Aku tak ingat kapan pertama kalinya terjebak di tengah pusaran orang-orang unik seperti kalian. Yang aku tahu, segalanya dimulai pertengahan 2005. Saat aku diputuskan harus melanjutkan sekolah dan memilih sebuah sekolah menengah di Jalan H. Tgk Mohd. Daud Beureueh no 454.
Segalanya bermula dalam sebuah perjalanan yang kita namai "Expedition Of X-9". Kalian ingat? Di sebuah kelas kita terlempar di bagian sudut di lantai 2. Kita tak pernah mengakui kalau mereka menyebut kelas kita sebagai "KELAS UNGGUL".
Dimulailah hari-hari indah dan terkadang membingungkan itu. Berbagi udara bersama kalian setidaknya 9 jam dalam sehari. Aku tak ingat hal apa saja yang telah kita lakukan. Saat itu, kita belum terlalu mengenal satu sama lain. Semuanya jaim, khas anak SMA kelas X.
Kalian ingat kelas bilingual? Belajar rumus dengan bahasa Inggris. Ke MIPA desak-desakan naik bus super duper kecil. Dijejali tiga puluhan anak manusia lugu. Hehe..
Oya, Ibu Yus, di tahun pertama keberadaan kami, kau telah sepenuhnya menjadi seorang perempuan yang kemudian kami panggil "Mom".
Tahun kedua dimulai di sebuah kelas di lantai 1. Dinamai XI IA 7. Sejak itu, kita mulai memberinya nama Sapoe Ijoek "Satuan Poetra Poetri IPA Toejoeh Kerenz"..
Narsis sangat kali ya? Tapi mana narsis dengan julukan yang diberikan sama salah satu teman kita, si Mifta. JAMPOK!! Kalian ingat kepanjangannya?? Jaringan Anak Manusia Pintar dan OK..Hehe...
Dan di tahun ini, segalanya mulai tumbuh lebih rindang. Ada cinlok (ga usah disebutin sapa kan?)
Dan di tahun ini masalahpun mulai muncul. Kalian ingat Si C? Miss Bling-Bling?? Owh...NO.
Yang udah buat kita nangis sama Mami Diana di 22 Desember 2006. Hari Ibu, tapi kita warnai dengan acara nangis-nangis minta maaf. Maafin kami Mami Diana...
Puncaknya saat pengumuman pembubaran kelas unggul. Kalian ingat? Saat selepas upacara kita ga mau masuk kelas. Malah demo sama anak IPA 5 and IPA 6 minta unggul tetap dipertahankan susunan kelasnya. Ga mau dicampur aduk. Dan ternyata usaha kita berhasil..Duh, bahagianya.
Lalu bagaimana bisa muncul Rock D' Ijoek? Aku tak ingat. Ayolah, kalian ingatkan aku. ROMBONGAN CEWEK COWOK DI IPA TOEJOEH KERENZ. Masih saja narsis. hehe..
Tapi tak apa. Aku tetap bahagia pernah bersama kalian.
Tahun ketiga..
Seorang lelaki berhidung mancung, yang disebut Juju seorang dari Nederland hadir di sebuah kelas di samping lorong cinta. Dialah Abu, wali kelas untuk tahun itu. Bernama Pak Muhammad. Kita udah lebih dewasa tentunya. Udah kelas tiga, tahun terakhir. Namun Abu tak pernah menemani kita hingga selesai. Karena Abu harus pindah jadi kepala sekolah. Dan Ibu Linda lah penggantinya..
Hari-hari menjelang UAN, duh.. Aku rindu... Hari menyusun strategi perang. Hehe..
Dan akhirnya kita berhasil. ALHAMDULILLAH...
Kalian ingat? Saat-saat dulu. Kalian ingat saat kita jualan di kantin? Saat Reza bilang "BERI MAKAN" ke Ibu Sri? Saat Sayed dibilang bodoh sama Pak Joel Hud? Saat Maal dikejar karena bukain pintu buat kalian ang dikurung Pak Usman menjelang upacara? Saat kita naek pick up waktu disuruh lari Pak Milham di jam olah raga? Saat-saat main kasti? Saat anak cowok cabut ga masuk pelajaran biologi lalu dimarahin? Saat musikalisasi puisi? Saat drama? Saat-saat remedial satu kelas?Lalu kita stress dan nulisin definisi remedial menurut berbagai disiplin ilmu di papan tulis? Kalian ingat gimana perjuangan buat bazaar?Kalian ingat gimana tiga tahun berturut-turut kita kalah futsal? Ah, kalian..hehe Atau gimana beratnya tarik tambang?
Aku juga ingin berterimakasih dan minta maaf pada kalian, pada guru-guru semua.. Aku juga mau doain Alm. guruku Pak Hajiri. Maafin kami pak...
Hmm...
Apa lagi yang harus kutulis, teman-teman? Sungguh terlalu banyak hal yang telah kita lakukan. Satu hal yang perlu kalian tahu, sampai kapanpun aku sayang kalian. Aku kangen kalian sekarang. Kapan kita sama-sama lagi??
WAHAI IJOEKERZ?????
Dan di akhir, aku ingin kalian menyanyikan lagu kita.. Maksudku lagu BIP..
Ternyata Kita Harus Memilih..


17 Juni 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar