Mengapa harus ada kata bernama selisih?
Mengapa harus aku dan engkau berada di antaranya?
Bolehkah aku menangis saja?
Sudah tak mungkin rasanya aku tersenyum
Cukup,aku tak sekuat kau kira
Dua hati sudah kau wakilkan padaku
Betapa hanya aku dan engkau saja yang tersiksa
Biarkan kubunuh dengan air mata
Izinkan aku menumpahkan beberapa tetes saja
Karena aku memang lemah
Tak sekuat kau sangka
Tolong santuni rindu yang kutitip di langit Banda
Bawa pulang saja,pelihara dengan baik
Biar aku pergi,dan entah kapan kembali
Dan luka tak terperi ini kubasuh sendiri
Kapan kau dapat datang membawa penawar?
Aku takut tak sanggup mengelola
Aku Nida mu
An Khafiyya mu
Berapa lama lagi harus menunggu?
Kapan selisih itu tak ada lagi?
Aku benar-benar sakit dan tersiksa..
Kepadamu tentang selisih itu
Lamnga,220909
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar