Lihat: Lengkap | Ringkas
Dan engkau telah berjanji memetiknya untukku..
Di masa yang belum jauh lalu..
Saat aku tak bisa menerjemahkan cahaya..
Saat aku tenggelam bersama gerhana..
Dan saat semuanya telah terang sebagai pelita..
Terima kasih telah menjanjikan sinarnya..
Namun tetap saja tak sempurna..
Berharap di keping-keping yang sama..
Tak terangkai seutuhnya atau mungkin belum?
Katamu jangan berhenti berharap..
Dan Najmu Tsaqib itu
Tetap ada di langit kita
Biarkan aku berhitung dalam diam
Biarkan aku menikmati indahnya..
Dari celah langitku di sini..
Berharap rinduku terwakilkan olehnya.....
Di masa yang belum jauh lalu..
Saat aku tak bisa menerjemahkan cahaya..
Saat aku tenggelam bersama gerhana..
Dan saat semuanya telah terang sebagai pelita..
Terima kasih telah menjanjikan sinarnya..
Namun tetap saja tak sempurna..
Berharap di keping-keping yang sama..
Tak terangkai seutuhnya atau mungkin belum?
Katamu jangan berhenti berharap..
Dan Najmu Tsaqib itu
Tetap ada di langit kita
Biarkan aku berhitung dalam diam
Biarkan aku menikmati indahnya..
Dari celah langitku di sini..
Berharap rinduku terwakilkan olehnya.....
Ah...
Lama rasanya aku tak menyapa kalian melalui puisi. Apalagi menatap wajah-wajah kalian. Ingin kudeskripsikan satu persatu senyum kalian. Tiba-tiba aku teringat kita. Rindu. Ingin kembali ke masa itu. Tapi mana mungkin...
Hmm....
Aku rindu mendengar suara kompak mengaji kita. Ah.. Kapan lagi bisa melerai waktu bersama?? Setelah terlerai dan terberai entah kemana..
Tergelitik membayangkan jadi apa kita lima tahun lagi? Masihkah dapat sesekali mengungkit kenangan?
Berbagi cerita tentang hidup dan segala peristiwa.
Miss u all...
Miss u so much....
Lama rasanya aku tak menyapa kalian melalui puisi. Apalagi menatap wajah-wajah kalian. Ingin kudeskripsikan satu persatu senyum kalian. Tiba-tiba aku teringat kita. Rindu. Ingin kembali ke masa itu. Tapi mana mungkin...
Hmm....
Aku rindu mendengar suara kompak mengaji kita. Ah.. Kapan lagi bisa melerai waktu bersama?? Setelah terlerai dan terberai entah kemana..
Tergelitik membayangkan jadi apa kita lima tahun lagi? Masihkah dapat sesekali mengungkit kenangan?
Berbagi cerita tentang hidup dan segala peristiwa.
Miss u all...
Miss u so much....
Dan tertakdirkan berada di sini
Terbingkai dalam pigura yang tak terbaca
Dan tak ada yang menyadari
Jikapun ada hanya tatapan
entah cela, entah iba, yang jelas tiada puji
Kurasa, begitu
Entah benar pula hatiku
Dan hanya aku, nyawaku
Tak ada yang berkunjung ke hatiku
Bertanya kabar
Usah kuharap..
Salahkah memimpikan kembali?
Merajut kisah di sana
Ah, tapi lagi-lagi tak berani
Dan aku hanya aku
Dan hanya aku
Entah sebagai apa, tak tau aku
Dan empat aksara pun sepertinya terlalu berbelit
Atau memang tak penting sama sekali?
Ya....
Dan pigura ini terus saja membingkai
Tak peduli aku punya jiwa
Terbingkai....
Dan aku benci senyum itu
Dan semakin tak kuasa menyimak segala tawa
Dan aku semakin jatuh
Jauh....
Jauh....
Dimana bau tanahku?
Dan aku rindu...
Rindu berada di sisi yang tercinta....
Dan piguraku usang
Ada ratusan lain yang patut terlirik
Liriklah....
Tapi jangan pasung aku di sini....
Terbingkai dalam pigura yang tak terbaca
Dan tak ada yang menyadari
Jikapun ada hanya tatapan
entah cela, entah iba, yang jelas tiada puji
Kurasa, begitu
Entah benar pula hatiku
Dan hanya aku, nyawaku
Tak ada yang berkunjung ke hatiku
Bertanya kabar
Usah kuharap..
Salahkah memimpikan kembali?
Merajut kisah di sana
Ah, tapi lagi-lagi tak berani
Dan aku hanya aku
Dan hanya aku
Entah sebagai apa, tak tau aku
Dan empat aksara pun sepertinya terlalu berbelit
Atau memang tak penting sama sekali?
Ya....
Dan pigura ini terus saja membingkai
Tak peduli aku punya jiwa
Terbingkai....
Dan aku benci senyum itu
Dan semakin tak kuasa menyimak segala tawa
Dan aku semakin jatuh
Jauh....
Jauh....
Dimana bau tanahku?
Dan aku rindu...
Rindu berada di sisi yang tercinta....
Dan piguraku usang
Ada ratusan lain yang patut terlirik
Liriklah....
Tapi jangan pasung aku di sini....
Kapan berakhir keterbatasan?
Kapan berujung ketiadaan?
Hidup di bawah langit mereka
Tak pernah berani berharap kembali ke tanah sendiri
Terlalu berlebihan?
Tidak !!
Segala untuk yang tercinta
Bukan begitu?
Syukurlah...
Allah mewakilkan saudara seperti kita
Menciptakan kehidupan keluarga yang terkadang terkesan terlalu dipaksakan
Bertahan di antara lima puluh ribu
Begitu kata salah seorang di antara kita
Tapi minggu memang semakin menua
Ketika lembaran terakhir terpecah belah
Berkeping terbagi menjadi rezeki-rezeki mereka
Ah...
Cukup hanya kita yang tau
Tak perlu perbincangkan pada bumi
Karena yang ada hanya sambutan penuh tertawaan mungkin...
Dan ketika dia terus menjalar
Menggerogoti semua kita
Dan ketika lembaran terakhir terbang ke tangan orang lain
Ada Allah yang akan menjaga kita...
Duhai Yang Maha Kaya...
Berikan kepada kami rezeki Mu
Dan berkahilah rezeki kami...
Aamiiin......
Detik-detik menunggu uang saku.........
Dan SK pun tak pernah datang......
Rumah Gang Suka-Suka
1 November 2009


Tidak ada komentar:
Posting Komentar