Kemarin kukira, kerinduan itu seperti bara api yang menyala..
Maka saat hujan turun, kubiarkan saja dia kuyup agar padam..
Namun tahukah? Ternyata hanya gigil saja yang tersisa di tubuhku..
Menyusul kesakitan yang tiada kumau..
Hari ini kupikir, kerinduan itu seperti cucian basah..
Maka kubiarkan dia di bawah panas..
Supaya matahari membantu menguapkannya..
Tapi ternyata, hanya ada gerah yang tertinggal untukku..
Maka terangkan padaku, seperti apa sebenar-benar wujudnya?
Dan jelaskan pada seorang aku, bagaimana harus aku menyikapi?
Pertanyaan yang terus menerus terhujam padaku..
"Kapan pulang, Nida?"
sebaik apa aku harus menjawab?
25 Mei 2009
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar