Powered By Blogger

Minggu, 29 Maret 2009

Purnama lagi..
Sebentuk rembulan menggantung di langit malam
Mengurangi hitungan dalam perjalanan hati
Yang ketiga kali ini
Datang memupuk segenggam rindu
Kukumpulkan senyum yang terserak
Lalu,
Kutunjuk lagi satu bintang
Ikrarku tetap saja sama
Kali ini di hati saja
Sebentuk rembulan kemudian, tertutup awan hitam
Tetap kugenggam erat setiaku
Langkahku kuat
Berbilang empat lagi saja bertemu rembulan
Kemana hatiku setelah itu
Tegar itu telah mengakar padaku
Jika aku menangis, ialah suatu kewajaran
Purnama, langitku banjir cahaya
Apa kabar rembulanmu?
Temani aku menghitung sisa masa
Semoga cepat berganti di sisi langit yang berbeda

Tuntungan, 12 November 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar