Aku tak tau mengapa harus menangis malam ini
Juga kemarin, dan hari-hari sebelum hari ini
Aku tak pernah merasa terluka
Mengapa harus tertumpah air mata jika begitu?
Aku tau, Nida..
Beda itu semakin mencuat
Bertumbuhan sebagai duri yang menusuk dinding hati
Terlalu rumitkah masalah ini, sayang?
Entah di mana kemerdekaan sekarang
Aku memang bukan milikku
Tapi setidaknya, aku dapat menyusuri jalanku
Sedang hari ini, juga sejak kemarin
langkahku ditentukan orang lain
Mereka menggerogoti hatiku dengan entah apa
Mereka membunuh nyaliku
Allah...Kapankah berakhir segala ini?
Ikhlaskanlah hatiku
Sungguh, segalanya karena Mu...
Ridhai langkah dan hatiku, Rabbi...
304, 11 November 2008
Minggu, 29 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar