Dia seperti gempa bumi
Yang tak pernah berkata, kapan waktu untuk datang
Langsung saja datang
Memporakporandakan dinding hati
Yang telah dibangun dengan sejuta pengorbanan
Dia seperti hujan
Yang tak pernah peduli, di mana tempat untuk turun
langsung saja turun
Membanjiri ladang hati
Yang telah ditamnami dengan sejuta pengharapan
Dia seperti bulan dan matahari
Yang tak pernah saling tau, di mana tempat untuk sembunyi
langsung saja sembunyi
Menggelapkan sebuah hati
Yang telah diterangi dengan sejuta pelita
Dan hati, selalu terdustai
Dibohongi oleh sebuah situasi
Dan aku, terletak di sini
Di antara hati itu...
1 November 2007
Minggu, 29 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar