Dan dalam setiap detik itu,
mengapa harus gundah?
Seandainya sesuatu telah pergi sejak kemarin,
maka tak ada hak untuk menangis
Segalanya bermula dari kesalahan
Saat kau tumpahkan segala tanya tentang suara
Lalu, kau layangkan harap pada udara
Mengapa tersenyum, Nida?
Saat kau pulang dari jalanan suci
Saat kau dapati sesuatu yang pernah kau harap pada udara
Lalu, kau lanjutkan ceritamu hingga malam terus larut
Tak ingatkah, kau Nida?
Betapa malam itu bumi beguncang
Sesaat setelah kau hentikan ceritamu bersamanya
Tidakkah kau sadari bahwa Allah telah langsung menegurmu malam itu?
Memang, aku tak dapat sepenuhnya menyalahkanmu
Saat esok dan seterusnya dia berkata tentang hal yang sebenarnya kau pinta
Lalu, kau teringat akan makna kemunafikan
Dan ternyata, dia masih terlalu jauh dari sekedar kata paham
Bukankah kau terus meyakinkannya saat itu?
Meski hatimu terus saja kau bohongi
Dan hari ini, juga sejak kemarin
Mengapa gundah, Nida?
Bukankah itu lebih baik?
Kukira, sedikit bohong itu tak mengapa bagimu....
26 Februari 2008
Minggu, 29 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar