Powered By Blogger

Minggu, 29 Maret 2009

Dia mencoba menjamah hatiku
Tapi sepertinya memang tak sepenuhnya salahnya
Aku benci pada kemunafikan
Pun aku sendiri yang terus menutupi segala keburukan
Ooh...Engkau yang kukira sangat lebih baik
Mengapa harus aku merenda masalah denganmu?
Juga dengan hatimu, yang lalu terbohongi oleh hatiku
Kukira, kau lebih berwarna dari pelangi
Kukira, kau lebih terang dari matahari
Namun hari ini, kau datangkan angin yang menghempas
Jauh, dari samuderamu yang mungkin tak bertepi
Duhai segala yang terbohongi
Mengapa hidup menjadi sejauh ratusan galaksi?
Aku ingin pergi!! Menenggelamkan wajah dalam persembunyian mentari
Mungkin diapun merasa begitu hari ini
Allah, salahkah aku?
Atau dai yang mencipta prahara?
Maafkan ya Allah
Maafkan kami...

15 Januari 2008
untuk manusia di puncak menara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar