Powered By Blogger

Minggu, 29 Maret 2009

Ungu, biru, lalu kelabu
Aku terjatuh, bangun, tertatih dan terjatuh lagi
Siang, malam, gelap dan terang lagi
Siapa aku dan berapa waktu
Sabit, purnama, lalu tinggal setengah
Satu, dua, lima belas, tiga puluh
Entah
Tak tau dan tiada mengerti
Panas lalu hujan
Lantas, mengapa tiada pelangi?
Senyum, tawa, amarah kembali
Bagaimana aku harus memahami???

Ruang B5, 16 februari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar